Minggu, 10 Februari 2019

Tentang Dia yang Kau Sebut Manusia Baja

Dia yang kamu pikir keras seperti intan, dalamnya ternyata selembut sutra.

Dia yang kamu pikir kuat seperti baja, dalamnya ternyata lemah seperti benang.

Dia yang kamu pikir setegar tembok beton nan gagah, dalamnya rapuh seperti kayu yang digerogoti rayap. Siap hancur kapan saja.

Jangan anggap dia manusia luar biasa, yang bisa selalu tersenyum dan tertawa padahal dalam hatinya menangis meraung-raung.

Nyatanya manusia pandai bersandiwara, dengan topeng-topeng bahagia, terucap selalu, "Aku baik-baik saja."

"Tak mau buat kau khawatir" katanya.
"Tak mau merusak suasana" katanya.

Dengan 1000 topengnya manusia pergi mengahadap dunia.
Dengan topeng khusus untuk berhadapan dengan yang tidak dikenalnya.
Dengan topeng khusus untuk berhadapan dengan teman-temannya.
Dengan topeng khusus untuk berhadapan dengan sahabat-sahabatnya.
Dengan topeng khusus untuk berhadapan dengan keluarganya.
Sedangkan wajah aslinya yang selalu dia sembunyikan hanya akan dia perlihatkan jika berhadapan dengan dirinya sendiri.

Manusia sepandai-pandainya makhluk pembohong, tak segan-segan senyumnya mau membohongi hatinya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar